Delapan Tahun Jadi Korban Bullying
Percaya atau tidak, aku dulu menjadi salah satu korban bullying selama hampir delapan tahun. Ini adalah kisah yang menguatkanku. Dari SD sampai SMK aku selalu bersekolah di sekolah negeri — yang waktu itu dikenal sebagai sekolah yang tertib dan ketat aturannya. Tapi kenyataannya, sekolah negeri ternyata tidak selalu seperti apa yang orang katakan. Kisah ini bermula sejak aku pertama masuk taman kanak-kanak. Waktu itu aku belum paham banyak hal; sekarang aku mengerti apa yang aku alami dulu adalah bentuk diskriminasi. Ingatanku tidak sempurna, tapi satu adegan yang sangat membekas: mereka membentuk sebuah circle — yang isinya hanya anak-anak dengan rambut dikuncir di bagian belakang. Entah apa maksudnya, aku tidak diizinkan bergabung dan bermain bersama mereka. Masuk SD, aku termasuk anak pendiam dan sering takut mencoba karena takut gagal. Aku bahkan takut bertanya; sampai akhirnya aku baru memahami konsep perkalian dan pembagian di kelas 5 SD. Lingkungan pertemanan waktu itu kura...